Cerita Relawan Basic Training 8 Purbalingga Pesantren Bisnis Indonesia

Cerita Relawan Basic Training 8 Purbalingga Pesantren Bisnis Indonesia

Pesantren Bisnis Indonesia – Life is a balance between holding on and letting go ~ rumi. Hidup adalah pengembaraan, terlebih bagi seorang yang memilih menjadi pengusaha. Perjalanan yang penuh liku masalah, bahkan boleh jadi semakin bertambah usia justru akan semakin bertambah pula masalah yang dihadapi.

Jika sudah dimulai, tuntaskan! Begitulah slogan yang sering terdengar di acara basic training pesantren bisnis indonesia. PBI merupakan organisasi non profit yang tidak memiliki kepentingan politik praktis, tidak terafiliasi oleh partai politik manapun, tidak terafiliasi dengan ormas tertentu. Pesantren Bisnis Indonesia secara formal berbentuk yayasan yang menyasar pada pemberdayaan dan peningkatan kualitas pengusaha muslim.

Kredit Gambar : Dokumentasi Pribadi

 

Basic Training 8 Purbalingga

Setiap bulan sekali, PBI senantiasa mengadakan sebuah event pesantren bisnis yang kemudian dinamakan Basic Training. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari 2 malam tanpa dipungut biaya. Adapun fasilitas yang akan didapat adalah full akomodasi, baik itu logistik makanan, penginapan, dan bahkan transportasi dari stasiun/terminal menuju lokasi Basic Training 8.

BT 8 Purbalingga diadakan pada tanggal 25-27 Agustus 2017 bertempat di Bumi Perkemahan Munjul Luhur di Purbalingga. Adapun lokasi berada di pinggiran perkotaan Purbalingga dengan akses transportasi yang relatif sangat mudah dijangkau.

Relawan BT8 Purbalingga

Saya sendiri merupakan alumni Basic Training 3 Yogyakarta yang dilaksanakan pada akhir bulan Mei 2017 kemarin. Setiap agenda yang diadakan oleh Pesantren Bisnis Indonesia selalu ada panitia yang membahu dan relawan yang siap datang dari berbagai penjuru dunia, eh provinsi.

Bahkan pada saat open rekrutmen relawan purbalingga, awalnya sih belum mengisi list daftar hadir. Karena masih mengagendakan beberapa jadwal yang boleh jadi sangat sangat memungkinkan adanya acara mendadak. Tetapi, qodarullaah, akhirnya memutuskan ikut mengisi list relawan Basic Training 8 Purbalingga.

Perjalanan dimulai dari H-1

Jujur saja, awal mengisi list tidak memikirkan transportasi sama sekali. Bahkan mau berangkat ke Purbalingga pun persiapannya bisa dibilang mendadak. Alhamdulillaah, beberapa hari sebelum keberangkatan, akhirnya ada tumpangan di mobil ketua DPD Boyolali, Bapak Suyanto.

Saya pun diminta untuk datang jam 13.00 di rumah beliau yang berada di Boyolali kota, perjalanan dari belakang kampus UNS ke Boyolali memakan waktu 40 menit saja dengan speedometer minimal diangka 50km perjam, bahkan dijalan lurus tembus hingga 100km/jam wwkwkwk…

Sepanjang perjalanan dari Boyolali – Purbalingga banyak sekali obrolan baik seputar sehari hari maupun seputar dunia bisnis. Rombongan kami hanya berjumlah tiga orang saja, yakni mas Eko juragan Fatehah Hijab, saya – yang masih berstatus single – dan pak Yanto.

Sepanjang perjalanan Boyolali Kota menuju Temanggung dipenuhi dengan hijaunya alam nusantara. Di sisi kiri, terlihat Gunung Merbabu yang senantiasa membawa rindu. Hehe

Total perjalanan dari jam 13.30 WIB dengan menggunakan mobil toyota sedan, sesampainya di Purbalingga sekitar jam 21.00 WIB lebih sedikit. Asumsinya melakukan beberapa kali perhentian seperti shalat Asar, Shalat Magrib dan Isya, dan tak lupa makan Sroto khas Banjarnegara.

Lokasi Bumi Perkemahan Munjul Luhur

Setiba di lokasi buper Munjul Luhur saya merasakan beberapa hal yang membuat tidak nyaman. Selain karena asing dengan lokasinya, juga ada beberapa hal lain yang membuat jantung berdetak tak karuan. Entah intuisi, atau sekedar bad feeling semata.

Langsung saja ada pertemuan yang dipimpin oleh Ketua Divisi Diklat PBI, mas Fuad. Well, oh begini toh rasanya evaluasi pra acara. Dan, sebagai relawan yang pemula lagi belajar, ya sudahlah akhirnya lebih memilih berdiam diri. Hehehe…

Banyak sekali persiapan yang kurang matang, padahal esok hari sudah acara Pesantren Bisnis. Dan, somehow, keesokan harinya pun juga jadi. Alhamdulillaah… Tergabung dalam kepanitiaan Basic Training 8 Purbalingga benar-benar full hikmah.

Bahkan, teknisnya acara ini hanya di koordinir oleh enam orang yang menurut saya pribadi sudah tidak bisa lagi disebut dengan pemuda. Bahkan, kehidupan personal mereka banyak diuji dengan beberapa ujian. Ketua panitianya sendiripun sehari sebelum acara harus berada di kepolisian setempat.

Sementara melihat peserta Basic Training 8 yang diprediksi kurang lebih 150 orang, sebuah amanah yang mendebarkan. Secara pribadi, wah, bakalan jalan ga nih. Tetapi, alhamdulillaah… Qodarullaah, acara Basic Training 8 Purbalingga ini diizinkan oleh Allaah swt.

Hari Pertama Basic Training 8 Purbalingga

Esoknya hari Jumat merupakan hari besar dimana acara pesantren hari pertama berjalan. Beberapa peserta bahkan sudah datang terlebih dahulu sebelum hari Jum’at. Duh, benar-benar sangat bersemangat. Bahkan, salah seorang peserta akhwat yang datang dari Purwodadi sesampai di lokasi sekitar jam 10 malam lebih. Tentunya didampingi oleh suaminya, mas Pandu yang jadi relawan di BT 8 ini.

Pagi harinya, saya hanya bertemu satu orang yang benar-benar tidak asing sekali. Beliau ini sudah beristri dan punya anak satu, namanya mas Luhur, eks Ketum KAMMI Komisariat Sholahuddin Surakarta. Selain itu pernah juga menjabat di manajer cabang Nurul Hayat Solo.

Sesuai dengan briefing kemarin pagi, saya diminta untuk membantu di meja registrasi. Dan, berhubung di kepanitiaan Basic Training 6 Solo kemarin jarang sekali berada di onsite lokasi pesantren, maka yah wajar bingung gundah gulana. Hehehe

Terlebih ada upgrade system pendaftaran yang ternyata benar-benar crowded. Selain dikarenakan pertama kalinya sistem registrasi berbasis online, plus he-registrasi on desk dengan menunjukkan QR Code Peserta.

Secara teknis, sistem online ini benar-benar mempermudah. Tetapi, bagi sebagian peserta yang boleh dikatakan berumur, boleh jadi ini sistem benar-benar tidak user-friendly di usia mereka. Tak sedikit pula peserta yang tidak menunjukkan QR Code.

Bahkan, di BT 8 Purbalingga ini terdapat jalur pendaftaran hijau. Green Line. Jalur pendaftaran atas rekomendasi Pak Gito. Sekitar 30 orang lebih peserta mendaftar melalui green line, hal ini tentu mereka semua belum melakukan registrasi berbasis website.

Hari pertama registrasi, kacau balau. Tetapi, alhamdulillaah… Akhirnya berjalan baik, ketika banyak peserta yang menunjukkan QR Code, KTP dan bukti jaminan komitmen mereka.

Acara selanjutnya adalah pembukaan Basic Training 8 yang dibuka oleh Ketua Panitia dan Ketua Umum PBI. Selanjutnya shalat Jumat, sehabis itu adalah makan siang. Saya lupa menu makanannya, padahal secara umum, soal makanan, saya jarang lupa. Hehe…

Hari Kedua Basic Training 8 Purbalingga

Adapun acara hari kedua seperti halnya agenda basic training. Pemateri menyampaikan apa yang hendak disampaikan, selain itu peserta BT 8 juga akan di brainstorming seputar dunia bisnis, keluarga, dan umat.

Pada dini hari sekitar jam 03.00 WIB, peserta diminta untuk berkumpul di tanah lapang untuk melakukan shalat tahajud. Selanjutnya sesi muhasabah diri yang di pimpin oleh Ust Arif Abu Syamil selaku pengasuh Pesantren Bisnis Indonesia.

Selain itu di pagi hari juga melakukan senam pagi dan tak lupa games sederhana untuk merefreshkan otak peserta.

 

 

Bersambung…

Leave a Reply