Gadai HP Online, Solusi Mudah Uang Cepat


Perkembangan zaman dan tuntutan biaya hidup yang semakin tidak menentu terlebih bagi mereka yang belum memiliki pekerjaan tetap tentu tidak jarang menjadikan seseorang membutuhkan uang dalam jumlah tidak sedikit dalam waktu terbatas. Maka gadai barang merupakan salah satu solusi yang paling cepat yang bisa dilakukan.

Gadai pada dasarnya merupakan suatu hak yang diperoleh seseorang yang berpiutang atas suatu barang yang kemudian diserahkan kepadanya oleh seorang yang berutang atau oleh seorang lain atas namanya. Gadai akan memberikan kekuasaan kepada orang yang berpiutang itu untuk mengambil pelunasan dari barang tersebut secara didahulukan daripada orang-orang yang berpiutang lainnya; dengan pengecualian biaya untuk melelang barang tersebut.

Sejarah Pegadaian di Indonesia sudah lama terjadi bahkan sebelum Belanda datang ke negeri Indonesia. Masyarakat Indonesia ratusan tahun yang lalu sudah melakukan transaksi hutang dengan jaminan barang tidak bergerak berupa tanah (melaksanakan gadai tanah). Di beberapa daerah, melakukan gadai tanah sudah terbiasa dilakukan oleh masyarakatnya dengan berdasarkan hukum adat yang berlaku pada masyarakat tersebut.

Tujuan utama adanya pegadaian sebagai adalah upaya khusus untuk menumpas segala macam praktek pinjam-meminjam yang tidak diinginkan seperti ijon, rentenir atau pihak lain yang memberikan pinjaman tidak wajar dengan bunga yang sangat tinggi dan merugikan rakyat kecil. Terkadang bunga yang ditetapkan tidak masuk akal dan bisa berubah sekemauan pemberi gadai.

Bahkan seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi yang ada tidak jarang muncul beberapa layanan gadai online dimana Anda bisa menggadaikan barang yang Anda miliki dengan mudah.

Adapun secara umum gadai memiliki fungsi sebagai berikut:

Menciptakan serta mengembangkan usaha-usaha lain yang menguntungkan untuk pihak gadai maupun kepada masyarakat.

Mengelola organisasi, tata kerja, serta tata laksana pegadaian.

Kelola penyaluran uang pinjaman sesuai dasar hukum gadai dengan mudah, cepat, aman, serta hemat.

Menjalankan kepegawaian, perlengkapan, keuangan, pendidikan dan pelatihan.

Melakukan pengembangan, penelitian, serta mengawasi pengelolaan pegadaian.

Membina pola perkreditan supaya benar-benar terarah serta bermanfaat, jika perlu bisa memperluas daerah operasinya.

Berperan serta dalam upaya mencegah adanya pemberian yang tidak wajar, pihak gadai gelap atau rentenir.

Definisi Gadai

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

gadai /ga·dai / 1 v meminjam uang dalam batas waktu tertentu dengan menyerahkan barang sebagai tanggungan, jika telah sampai pada waktunya tidak ditebus, barang itu menjadi hak yang memberi pinjaman; 2 n barang yang diserahkan sebagai tanggungan utang; 3 n kredit jangka pendek dengan jaminan yang berlaku tiga bulan dan setiap kali dapat diperpanjang apabila tidak dihentikan oleh salah satu pihak yang bersangkutan;– terdorong kepada Cina, pb terlanjur sehingga tidak boleh dicabut kembali;

— gelap gadai (pergadaian) tanpa izin yang berwajib;

Sejarah Perkembangan Gadai di Indonesia

Kegiatan gadai pada sejarah peradaban manusia sudah terjadi di Cina pada tahun 3000 silam yang lalu. Sedangkan di benua Eropa dan kawasan laut tengah, gadai sudah dilaksanakan pada zaman peradaban Romawi.

Awalnya bentuk gadai yang dilembagakan (pegadaian) secara formal berkembang di Italia. Hal ini kemudian dipraktekkan di wilayah Eropa lainnya seperti di Inggris dan Belanda. Belanda yang datang ke Indonesia membawa konsep gadai melalui lembaga bernama Vareenigde Oos Compagine (VOC).

Sejarah lembaga gadai di Indonesia dimulai sejak tahun 1746 saat kedatangan Gubernur Jendral Vareenigde Oos Compagine (VOC) Van Imhoff. VOC merupakan salah satu lembaga perdagangan dari Belanda yang datang ke Indonesia didirikan sebagai bentuk usaha untuk memperlancar kegiatan ekonomi Belanda pada masa itu.

Ketika VOC bubar pada tahun 1800 maka usaha pegadaian diambil alih oleh Pemerintah Hindia Belanda. Pada masa pemerintahan Daendels terdapat perubahan peraturan gadai yakni berisikan peraturan tentang barang yang dapat diterima sebagai jaminan gadai seperti perhiasan dan lain-lain yang bersifat berharga.

Kedatangan Inggris di Indonesia setelah mengalahkan Belanda yang kemudian mengambil alih kekuasaan jajahan Belanda di Indonesia (1811-1816) termasuk Bank Van Leening. Lalu sebagai penggantainya lembaga bernama Licentie Stelsel.

Aturan pun diubah yaitu setiap orang boleh mendirikan usaha unit gadai. Akan tetapi terdapat syarat yakni adanya ijin dari pemerintah daerah setempat. Di bawah kekuasaan Raffles, ijin gadai ini dikeluarkan kepada perorangan, khususnya keturunan Cina.

Pembubaran Bank Van Leening sebagai monopoli gadai membuat masyarakat Indonesia diberi kebebasan untuk mendirikan usaha pegadaian asalkan adanya lisensi dari pemerintah daerah setempat yang dibentuk oleh pemerintahan colonial Inggris.

Hal ini menimbulkan dampak negatif dengan munculnya lintah darat atau rentenir yang dapat menyengsarakan masyarakat Indonesia. Alhasil diganti dengan sistem penyewaan atau Pachstelsel pada tahun 1814, di mana campur tangan langsung oleh pejabat lebih terasa akan wewenangnya.

Pada saat Belanda datang kembali ke Indonesia pada tahun 1816, Bank Van Leening dengan sistem dan konsep gadai tersebut dilanjutkan. Pada tahun 1816 seluruh wilayah Jawa dan Madura telah memiliki pegadaian, kecuali Kesultanan Yogyakarta dan Kesultanan Surakarta. Di mana sistem penyewaan yang menjadi hak prerogatif kelompok bangsawan tetap berlaku, monopoli pegadaian tidak dikembangkan ke pulau lain sampai tahun 1921 pada kawasan nusantara.

Namun pemegang hak pegadaian ternyata dapat melakukan penyelewengan dalam menjalankan bisnisnya dengan mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya dari hasil barang yang digadaikan oleh masyarakat. Adapun caranya dengan menetapkan bunga yang begitu besar sehingga tidak memungkinkan penggadai mengambil kembali barang yang digadaikan.

Jika barang jaminan disita maka bentuk penyitaannya menjadi hak milik kolonial Belanda. Sehingga pada tahun 1870 nama Pegadaian dirubah lagi pada menjadi Licentie Stelsel.

Gadai dalam Agama Islam

Dalam ajaran agama Islam, Rahn atau gadai artinya menjadikan suatu barang sebagai jaminan terhadap utang. Hal ini bertujuan agar utang dapat dibayarkan darinya atau dari harganya jika kesulitan membayarnya. Ada juga yang memberikan ta’rif sebagai berikut, “Menjadikan suatu barang yang bernilai dalam pandangan syara’ sebagai jaminan bagi utang, di mana utang bisa diambil atau bisa diambil sebagiannya dari barang itu.”

Oleh karena itu, jika ada seorang yang berutang kepada orang lain, lalu ia menjadikan jaminannya benda tidak bergerak (seperti tanah) atau hewan yang ditahan di tangan pemberi pinjaman sampai nanti dibayar utangnya, maka barang itu disebut rahn secara syara’.

Bagi penjamin utang dengan barang gadai disebut raahin (penggadai), bagi orang yang diserahi barang tersebut disebut murtahin (penerima gadai) dan barang yang digadaikan disebut rahn.

Rahn hukumnya boleh. Dalil rahn adalah firman Allah Ta’ala:

“Jika kamu dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). ” (QS. Al Baqarah: 283)

Disebutkan dalam hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membeli makanan dari orang Yahudi yang akan dibayar Beliau pada waktu tertentu di kemudian hari, lalu Beliau menggadaikan baju besinya kepadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Adapun salah satu hikmah rahn adalah untuk menjaga harta dan menyelamatkannya dari kehilangan atau kepemilikan.

Untuk sahnya akad rahn disyaratkan beberapa hal berikut:

  • Berakal
  • Baligh
  • Barang yang digadaikan ada ketika ‘akad meskipun masih bercampur (haknya).
  • Barang gadai tersebut termasuk barang yang sah dijual belikan agar bisa diambil dari barang tersebut untuk menutupi utang.

Barang yang digadaikan umumnya diterima oleh murtahin atau wakilnya. Imam Syafi’i berkata, “Allah tidak menjadikan hukum (sebagai rahn) kecuali rahn yang disifati dengan diterima, ketika tidak ada sifat itu, maka tidak ada juga hukum.” Ulama madzhab Maliki berkata, “Rahn (barang gadai) menjadi mesti dengan adanya ‘akad, si raahin (penggadai) harus dipaksa untuk memberikan rahn agar dibawa oleh murtahin. Ketika telah dipegang oleh murtahin, maka raahin (penggadai) masih tetap memiliki hak mengambil manfaatnya berbeda dengan pendapat Imam Syafi’i yang berpendapat bahwa ia (raahin) memiliki hak memanfaatkan selama tidak memadharratkan murtahin.

Biaya untuk rahn, upah menjaganya dan upah mengembalikannya ditanggung oleh pemiliknya. Demikian juga manfaat yang ada dari rahn adalah untuk raahin, juga berkembangnya sehingga digabungkan dengan rahn asalnya, misalnya lahir anaknya, ada bulunya, ada buahnya atau ada susunya. Jika ternyata murtahin (penerima gadai) mengeluarkan biaya terhadap rahn (barang gadai) dengan izin hakim dengan keadaan rahin yang tidak ada dan enggannya membiayai, maka hal itu menjadi utang yang ditanggung rahin untuk murtahin.

Ibnul Mundzir berkata, “Saya telah mengumpulkan semua orang yang saya hapal dari kalangan ahli ilmu bahwa barang siapa menggadaikan sesuatu dengan sebuah harta, lalu ia membayar separuhnya dan hendak mengambil separuh rahn, maka hal itu tidaklah diberikan sampai ia melunasi hak orang lain atau sampai ia dibebaskan membayar.”

Termasuk kebiasaan bangsa Arab adalah apabila rahin tidak sanggup membayar utangnya, maka rahn bukan lagi miliknya dan si murtahin dapat menguasainya, maka Islam membatalkannya dan melarang hal itu. Ketika waktu tiba, maka raahin tetap harus membayar utangnya, dan disyari’atkan bagi pemegang gadai bersabar menunggu sampai ia (si penggadai) mampu. Rahin (penggadai) harus berusaha melunasinya karena itu tanggung jawabnya, ia masih diberi kesempatan untuk mendapatkan barang gadainya.

Ibnul Atsir pernah mengatakan, “Termasuk perbuatan jahiliyyah, apabila penggadai/pemilik barang tidak mampu melunasi utangnya, maka secara otomatis barang tersebut menjadi milik pemegang barang. Agama Islam membatalkan anggapan seperti itu.

Namun jika penggadai enggan membayarnya dan tidak memberikan izin kepada murtahin untuk menjualnya, maka hakim memaksanya untuk membayar utangnya atau menjual rahn. Jika dijual dan masih ada sisanya, maka sisanya untuk pemiliknya.

Hukum-hukum Seputar Rahn

Barang yang boleh digadaikan adalah barang yang boleh diperjualbelikan sehingga apabila penggadai (pemilik barang) tidak bisa melunasi utangnya, maka barang tersebut bisa dijual untuk melunasi utang tersebut. Adapun barang yang tidak boleh diperjualbelikan, maka tidak sah digadaikan seperti barang waqf dan anjing, karena tidak mungkin melunasi utang darinya dan tidak mungkin menggadaikan barang yang tidak dimilikinya.

Barang yang digadai harus diketahui ukurannya, jenisnya dan sifatnya.

Penggadaai harus seorang yang jaa’izut tasharruf (boleh bertindak), memiliki barang tersebut atau diberi izin terhadapnya.

Bagi penggadai tidak berhak bertindak terhadap barang gadaiannya tanpa keridhaan penerima gadai, dan penerima gadai tidak memiliki barang tersebut tanpa ada keridhaan penggadai.

Tidak boleh bagi penerima barang gadai memanfaatkan barang gadaian, kecuali jika barang tersebut adalah hewan yang dapat ditunggangi, atau yang dapat diambil susunnya, maka boleh baginya menaiki atau mengambil susunya jika ia membiayainya.

Barang gadaian adalah amanah yang ada pada tangan penerima gadai, ia tidaklah menanggungnya kecuali jika bersikap melampaui batas terhadapnya. Jika telah tiba waktu pembayaran utang, maka bagi yang berutang berkewajiban membayar utangnya, jika ia menolak membayar, maka hakim memaksanya, dan jika ia tetap menolak, maka hakim memenjarakannya dan memberikan hukuman ta’zir (sesuai ijtihadnya) terhadapnya sampai ia mau melunasi utangnya itu atau menjual barang gadainya dan melunasi dari nilainya.

Pensyaratan menggadaikan barang bisa dilakukan dalam akad maupun setelahnya.

Barang gadai ini berhak dipegang oleh murtahin (penerima gadai), namun bila terjadi ketidak-percayaan maka boleh diadakan pihak ketiga untuk memegang barang gadai (rahn).

Rahn harus diadakan oleh yang menggadai, dan murtahin (penerima gadai) berhak membatalkan.

Tidak harus sama antara harga barang gadai dengan utang, boleh harganya melebihi utang, boleh juga kurang.

Jika yang berutang tidak dapat melunasi maka pemegang barang gadai berhak menuntut pembayaran utangnya dan boleh menahan barang tersebut sampai dibayar utangnya.

Seseorang boleh menggadaikan barangnya untuk menutupi utang orang lain.

Kedua belah pihak (raahin/penggadai dan murtahin/penerima gadai) tidak boleh menggunakan barang gadai kecuali dengan izin yang lain, karena dengan menggunakan barang gadai tanpa izin yang lain, berarti menghilangkan hak yang lain. Jika raahin menggunakannya berarti membatalkan hak murtahin sebagai jaminannya, dan jika murtahin menggunakannya berarti menggunakan barang bukan miliknya.

Memanfaatkan barang gadai harus sesuai kesepakatan bersama. Jika kedua belah pihak (rahin dan murtahin) sepakat menyewakan, maka boleh.

Seandainya murtahin (pemegang barang gadai) terlanjur memanfaatkannya, seperti menjual atau memanfaatkannya maka hukumnya tergantung pemilik barang, apabila pemilik barang mengetahui kemudian menyetujui, maka sah penjualan atau sewa-menyewa itu, apabila tidak, maka batal dan tidak sah. Dibolehkan menggadaikan bagiannya pada barang milik bersama, karena boleh ia menjual bagiannya ketika penagihan tiba dan dari bagian barang itu utangnya pun dilunasi.

Apabila barang gadai rusak/hilang di tangan pemegang barang, maka pemegang barang tidak menanggungnya, yang menanggungnya adalah pemilik barang (si penggadai) kecuali jika si pemegang barang sengaja atau meremehkan penjagaan barang tersebut.

Pada asalnya yang menanggung biaya perawatan barang gadai (misalnya sapi) selama digadaikan adalah penggadai (pemilik barang). Tetapi jika pemilik barang (penggadai) tidak memberikan biaya perawatan maka pemegang barang gadai (murtahin) boleh memanfaatkannya (seperti dengan menunggangi dan mengambil susunya), akan tetapi sebatas/seimbang dengan biaya perawatan.

Jika barang yang digadaikan ternyata tidak menutupi utang itu, maka rahin masih punya utang sampai dilunasinya.

Resiko Gadai

Setiap perbuatan pasti akan memiliki resiko atau dampak yang boleh jadi ditimbulkan sebagai akibat dari konsekuensi yang ada. Demikian pula dengan resiko gadai dimana memang terdapat beberapa resiko.

Jika melihat kondisi keuangan yang kurang baik, tentunya satu-satunya cara untuk bisa menyelesaikan hal tersebut adalah dengan meminjam uang dari pihak yang lainnya. Pinjaman ini sendiri dimaksudkan untuk membuat keuangan bisa tertolong, baik untuk Anda yang memang membutuhkan biaya guna kebutuhan hidup atau mungkin tambahan modal dalam memulai sebuah bisnis.

Beberapa orang mungkin akan pikir-pikir lagi jika ingin ajukan pinjaman ke bank, mengingat meminjam uang disini memang ada resikonya, yaitu dari nilai suku bunga yang tergolong tinggi. Namun masih yang sudah terpepet sering kali gadai BPKB tanpa survey, tentunya ada banyak resiko yang mungkin dialami, diantaranya adalah:

Kekuatan hukum yang dijalankan sangat mengikat, setiap lembaga agaknya memang memiliki jaminan hukum, namun sistemnya jauh lebih mengikat. Seperti diantaranya ketika Anda akan melakukan gadai barang di pegadaian tentunya diwajibkan untuk lakukan tanda tangan di rumah bukan, namun faktanya sendiri tidak, banyak yang, membubuhkan tanda tangan tersebut adalah di tempatnya langsung. sebenarnya ini sudah masuk dalam pelanggaran hukum dari gadai tersebut.

Resikonya dengan hukum sangat tinggi, ketika Anda memilih salah satu tempat gadai tanpa lakukan survey terlebih dahulu, maka ada banyak resiko yang mungkin terjadi. Termasuk diantaranya juga masalah keamanan dari barang yang sudah digadaikan, dengan latar belakang lembaga yang tak jelas, mungkin ada memang tanda tangan di atas kertas, namun jika ternyata yang sudah disepakati adalah palsu, tentunya apapun bisa terjadi pada barang yang Anda gadaikan.

Gadai non survey ini juga memungkinkan barang dihargai dengan nilai yang sangat rendah, hal ini juga patut untuk diwaspadai selaku konsumen yang cerdas, dimana kebanyakan sebuah lembaga yang tak melakukan survey hanya memberikan nilai pas-pasan pada kendaraan Anda. Bahkan tanpa melihatnya. Padahal di tempat yang lain ada kemungkinan bahwa kendaraan tersebut dapat laku dengan harga yang jauh lebih tinggi. Pinjaman yang didapatkan juga bisa semakin besar bukan.

Uang yang diberlakukan sangat tinggi, hal lain yang pastinya juga di cemaskan oleh konsumen adalah keberadaan suku bunga, karena untung ruginya sebuah tempat gadai bergantung pada nilai bunga yang mereka tarik. Hati-hati karena tanpa melakukan survey maka bisa jadi nantinya Anda akan dihadapkan dengan nilai bunga tinggi, bahkan mencapai angka 50% dari jumlah hutang atau pinjaman.

Sebagai konsumen yang cerdas jangan sampai lakukan gadai barang tanpa survey, meskipun dalam kondisi keuangan yang benar-benar mendesak.

Kelemahan Sistem Gadai

Pada dasarnya setiap sistem tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing demikian juga dengan yang namanya gadai. Lalu apa saja kelemahan sistem gadai yang perlu Anda ketahui? Berikut ini beberapa kelemahan dari gadai yang umum dijumpai yakni:

1. Bunga Lebih Besar

Resiko pertama yang harus anda terima ketika memutuskan untuk menggadaikan barang adalah bunganya yang lebih besar. Tidak tanggung-tanggung bahkan bunga yang di patok bisa mencapai 20%-30%. Hal ini tentunya sangat memberatkan bagi para peminjam karena selain memikirkan cara melunasi hutang, mereka juga harus memikirkan bunganya agar barang yang digadaikan bisa tertebus. Meski begitu tetap saja banyak orang yang berani meminjam dana ke rentenir. Hal ini biasanya dilakukan oleh mereka yang sudah terlilit biaya dan membutuhkan dana cepat untuk memenuhi kebutuhan atau yang lainnya. Melihat resiko semacam itu tentunya anda patut memikirkan baik-baik apakah akan menggunakan jasa rentenir atau justru memilih lembaga gadai yang terpercaya.

2. Suku Bunga Berlaku Setiap Saat

Selain bunga yang tinggi, suku bunga yang ditetapkan oleh rentenir berlaku setiap saat. Hal itu menjadi resiko kedua ketika anda memutuskan untuk meminjam dana ke rentenir. Umumnya suku bunga yang ditetapkan oleh rentenir berlaku tiap bulan hingga setiap tahun. Hal ini tentunya sangat mencekik leher mereka yang berhutang. Misalnya mulai mencicil saja, bunganya semakin menumpuk dan kian lama semakin besar. Jika sudah begini maka kesempatan untuk lepas dari jerat rentenir jelas sangat susah. Yang paling mengherankan lagi, bunga yang belum di bayar, juga bisa berbunga. Melihat resiko besar semacam ini tentunya anda harus berfikir ulang ketika ingin menggadaikan barang apapun yang anda miliki.

3. Denda Lebih Besar Ketika Telat Membayar Hutang

Selain bunga, anda pun akan dikenakan denda jika telat membayar angsuran pinjaman. Seperti kita tahu, denda umumnya memang berlaku pada proses peminjaman dana. Namun, denda yang dipatok oleh rentenir umumnya lebih besar dan kian lama semakin menambah nominal jumlah hutang yang harus anda bayar. Melihat hal semacam ini pastinya sangat berat bagi anda untuk bisa membayar hutang dan bunganya. Selain itu anda pun juga harus memikirkan bagaimana cara hidup sehari-hari. Untuk itu pikirlah matang-matang sebelum meminjam dana ke rentenir. Jangan sampai kehidupan anda menjadi tidak tenang dan tertekan karena setiap hari harus memikirkan cara pelunasan biaya yang tentunya sangat berat.

4. Siap Didatangi Debtkolektor

Seperti kita tahu, rentenir selalu memiliki anak buah yang bertugas untuk menagih hutang kepada peminjam atau sering kita sebut debt kolektor. Secara umum, debt kolektor selalu memiliki badan kekar dan berpenampilan seram layaknya preman. Tidak hanya itu para penagih dari rentenir ini biasanya tidak segan-segan melakukan kekerasan fisik pada mereka yang tidak bisa membayar hutang. Itulah resiko lain yang harus anda pikirkan sebelum meminjam uang ke rentenir. Selain itu jika anda telat membayar, bisa saja anda akan diusir paksa dari rumah anda ketika barang berharga menjadi jaminannya.

5. Biaya Tambahan Semakin Besar Setelah Didatangi Debt kolektor

Hal lain yang harus anda terima ketika memaksakan gadai sertifikat rumah di rentenir adalah biaya tambahan yang biasanya akan diberikan setelah anda di datangi debt kolektor. Umumnya saat didatangi debt kolektor, pihak rentenir akan memberikan jangka waktu untuk anda dalam melunasi hutang. Tapi tetap saja, jangka waktu ini umumnya di buntuti dengan biaya tambahan yang harus anda bayar. Dan hal ini jelas sangat menyusahkan anda. Maka dari itu bijaklah dalam memilih tempat gadai sertifikat agar anda tidak terlalu terbebani antara membayar angsuran dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Gadai Online

Perkembangan teknologi informasi yang setiap tahun berjalan begitu pesat tentu menjadikan beberapa lembaga berupaya meraih sebanyak mungkin pelanggan. Demikian pula dengan gadai online dimana Anda bisa menggadaikan berbagai jenis barang yang Anda miliki dimana barang tersebut bisa digadaikan.

Trend layanan gadai online diprediksi akan terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini mengingat Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki penetrasi pengguna internet tertinggi. Layanan gadai online ini menawarkan kemudahan akses serta proses yang lebih nyaman dan tidak ribet. Hal ini tentu saja sesuai dengan gaya hidup masyarakat yang semakin praktis.

Disamping itu, para pelaku gadai pun juga mampu memberikan nilai tambah dengan turut menghadirkan ahli taksir langsung di depan konsumennya. Tak hanya untuk memastikan kecepatan proses, akan tetapi juga dilakukan untuk memberikan rasa aman sebab proses penaksiran barang bisa diamati langsung oleh konsumen.

Selain untuk kepentingan individual, layanan gadai online ini juga bisa menjadi solusi terbaik untuk mendukung kelangsungan bisnis UMKM. Gadai online hadir untuk menjadi alternatif di kalangan para UMKM dalam mendapatkan pendanaan yang cepat dan tepat. Layanan ini ditawarkan tanpa persyaratan yang rumit.

Transparansi serta akuntabilitas merupakan kunci untuk bermain pada sektor keuangan sebab melibatkan kepercayaan masyarakat dan negara. Gadai online dengan beragam kemudahannya dipercaya juga bisa menjadi salah satu cara guna membuka akses layanan keuangan pada tiap lapisan masyarakat serta mendorong inklusi keuangan.

Alasan Memilih Gadai Online

Dengan adanya layanan gadai online dimana semakin banyak orang yang merasa sangat terbantu. Banyak orang bisa mendapatkan dana tunai tanpa perlu melalui proses yang panjang dan melelahkan. Bahkan dana tunai yang dibutuhkan bisa cair pada hari yang sama ketika kamu mengajukan gadainya terlebih ketika telah memberikan jaminan barang gadai.

Pengajuan pinjaman ini tentu saja kamu lakukan melalui internet. Setelah itu, kamu akan diminta untuk verifikasi dengan cara mendatangi outlet terdekat. Pada tahap ini, kamu juga akan diminta untuk mengecek barang yang kamu jadikan jaminan.

Dengan memilih gadai online, kamu bisa memperoleh taksiran dana sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, bunga yang harus kamu bayarkan nantinya juga tidak terlalu tinggi. Disamping itu, gadai online juga bisa mengurangi fixed cost. Dengan begitu, biaya operasionalnya bisa lebih murah. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan kamu. Adapun keuntungan lain yang bisa kamu dapatkan dari layanan gadai secara online ini adalah:

  • Persyaratan kredit yang terbilang ringan.
  • Tidak ada beban biaya administrasi.
  • Tidak ada prosedur pembukaan rekening giro dan lainnya.
  • Jumlah angsuran yang disesuaikan dengan kemampuan.
  • Dapat memperpanjang masa pengembalian pinjaman.
  • Penetapan sistem bunga menurun.

Manfaat Gadai Online

Gadai online sudah terbukti memberikan banyak manfaat bagi para pengguna gadai online. Adapun beberapa manfaat dari gadai online tersebut diantaranya yaitu:

1. Memberikan dana tunai secara cepat

Untuk kamu yang ingin membutuhkan dana tunai dengan cepat, gadai online adalah pilihan paling tepat. Meski dana yang didapat tidak bernilai banyak, akan tetapi proses yang cepat serta tidak rumit adalah salah satu kelebihan dari gadai secara online ini. Caranya ialah hanya dengan membawa identitas kamu serta barang yang kamu jadikan jaminan. Hanya dengan cara tersebut, kamu bisa mendapatkan dana dalam waktu cepat tanpa perlu memikirkan hal rumit.

2. Tidak perlu menjual barang

Pada saat kita membutuhkan dana segar, umumnya kita akan langsung berpikir untuk menjual barang kesayangan yang berharga. Namun, kamu jangan langsung menjualnya. Kamu bisa melakukan gadai secara online. Cukup titipkan saja ke pegadaian, maka barang kesayangan kamu akan tetap menjadi milikmu, tanpa perlu menjualnya. Tak hanya itu saja, kamu juga bisa memiliki serta memperoleh dana yang kamu butuhkan.

3. Mengatasi masalah tanpa masalah

Mengatasi masalah tanpa masalah adalah salah satu moto dari gadai, tak terkecuali dengan gadai online ini. Dengan gadai, semua masalah bisa terjawab. Gadai menjadi solusi terbaik bagi berbagai masalah keuangan serta masalah finansial yang kamu hadapi tanpa harus menimbulkan masalah baru. Dengan adanya layanan gadai secara online ini, maka kamu tidak perlu khawatir akan mengalami masalah keuangan yang muncul setelah melakukan gadai barang.

4. Membantu keperluan dana secara mendadak dalam jumlah cukup besar

Gadai secara online sangat membantu kamu yang membutuhkan dana secara mendadak dalam jumlah cukup besar. Dengan memanfaatkan layanan gadai secara online ini, kamu tidak perlu mendatangi kantor pihak pemberi jaminannya. Kamu cukup membuka situs penyedia gadainya. Dalam waktu sekejap, dana yang kamu butuhkan bisa langsung cair.

5. Bisa menjadi lokasi transaksi logam mulia

Gadai sangat cocok untuk kamu yang ingin melakukan transaksi logam mulia guna kepentingan investasi. Kamu pun juga bisa melakukannya di transaksi gadai. Logam mulia, seperti halnya emas bisa kamu transaksikan di pihak pemberi jaminan. Kamu bisa menjual serta menggadaikan logam mulia miliki kamu. Selain itu, kamu juga dapat memperoleh logam mulia seperti halnya emas di pihak gadai ini. Semua transaksi yang terjadi di pihak pemberi jaminan dilindungi oleh undang-undang. Kamu akan merasa aman ketika ingin melakukan transaksi logam mulia tersebut.

6. Angsuran lebih ringan

Manfaat lain yang diberikan oleh pihak gadai ialah menawarkan angsuran yang ringan. Hal ini tentu saja tidak memberatkan kamu sebagai pihak yang meminta pinjaman. Angsuran yang diberikan sesuai dengan kesanggupan kamu sebagai pihak penggadainya. Kamu bisa menentukan jumlah dana tunai yang ingin kamu pinjam. Hanya saja, besarnya nilai pinjaman tetap tergantung pada besarnya nilai barang yang kamu jadikan pinjaman. Semakin mahal barang yang kamu jadikan pinjaman, maka semakin besar jumlah dana yang kamu peroleh.

Lalu apa syarat yang dibutuhkan untuk bisa melakukan gadai melalui internet? Adapun persyaratan umum gadai yakni sebagai berikut:

  • Fotocopy KTP atau identitas resmi lainnya
  • Menyerahkan barang jaminan
  • Untuk kendaraan bermotor membawa BPKB dan STNK asli
  • Nasabah menandatangani Surat Bukti Kredit (SBK).

Tips Dalam Gadai

Meminjam uang dengan menggadaikan barang jaminan bisa menjadi solusi cepat mendapatkan dana instan tanpa proses berbelit-belit. Apalagi saat ini marak sekali jasa pinjaman yang menawarkan fasilitas pinjaman dengan mengadaikan barang seperti smartphone.

Kemudahan yang diberikan oleh jasa pinjaman dengan jaminan ini bisa jadi mampu menjerat Anda pada hal yang merugikan di masa mendatang. Keputusan terburu-buru, tergiur atas bunga rendah atau bahkan tingginya nilai pencairan, menjadikan Anda terlena dalam jebakan bunga gadai yang tinggi.

Akibatnya Anda terlilit utang ataupun risiko kejahatan dapat terjadi dikemudian hari. Kesalahan fatal ini sebenarnya dapat dihindari jika Anda cermat memilih layanan. Berikut ini adalah hal yang cukup penting untuk diwaspadai sebelum mengadaikan barang yang akan Anda gadaikan.

1. Jeli dalam Memilih Tempat Gadai

Hal pertama yang perlu Anda waspadai adalah perusahaan pembiayaan yang akan memberikan pinjaman harus terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan (OJK). Jeli lah dalam memilih lembaga pembiayaan, ketahui identitas kreditur seperti nama, lokasi kantor, nomor telepon, badan hukum yang menaungi, dan izin yang jelas.

Zaman sekarang banyak sekali lembaga pembiayaan yang menawarkan fasilitas pinjaman dengan berbagai penawaran menarik bahkan dalam hitungan jam cair. Sebelum Anda tertarik periksa kembali stastus perusahaan tersebut apakah kredibel dan bisa dipercaya atau tidak.

Perusahaan finance yang resmi umumnya akan selalu tunduk dan mengikuti aturan yang diberikan Menteri Keuangan melalui Surat Keputusannya (SK). Hal ini untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan proses bisnis terkait usaha jasa pembiayaan yang mana merugikan ekonomi masyarakat.

2. Hati-Hati dengan Pencairan yang Tinggi

Pencairan yang tinggi belum tentu menguntungkan Anda justru Anda harus meningkatkan waspada. Jangan terpaku pada iklan penawaran pencairan dana yang tinggi dimana hal tersebut tidak berlaku mutlak untuk setiap pengajuan pinjaman yang diberikan.

Biasanya pencairan dana tunai yang tinggi dapat terjadi pada tenor tertentu, merek barang yang digadai, atau kondisi fisik barang dalam keadaan baik.

Jadi, bukan berlaku mutlak pada setiap permohonan pinjaman gadai yang masuk. Nilai harga jual kembali sebuah barang gadai berperan menentukan besarnya nilai pencairan uang yang dipinjam.

3. Jangan Tergiur Penawaran Bunga Rendah Cepat Cair

Penawaran bunga rendah tentunya akan membuat calon debitur tertarik namun hal ini perlu Anda waspadai. Hati-hati dengan penarawan bunga yang rendah, bisa jadi ini adalah promo sementara dan setelah masa promosi berakhir bunga menjadi lebih tinggi daripada lembaga lainnya.

Selain itu perhatikan juga jangka waktu pencairan. Pinjaman yang pencairannya cepat hanya 1 jam cair, tentu perlu Anda waspadai.

Secara logika ini adalah proses kredit instan yang sulit dilakukan mengingat proses mengumpulkan berkas, survey domisili dan usaha, apraisal jaminan dan analisa kelayakan tentu tidak bisa selesai dalam waktu 1-3 jam. Terlebih barang yang digadaikan bernilai tinggi tentu proses pencairan tidak akan seinstan yang ada.

4. Jangan Menyerahkan BPKB Saat Survei

Jangan coba-coba untuk menyerahkan jaminan barang saat survei sebelum Anda memastikan pengajuan pinjaman disetujui atau ditolak. Jika barang yang digadaikan diserahkan sebelum ada keputusan resmi bahwa kredit Anda disetujui, maka berpotensi kehilangan surat resmi kendaraan Anda mungkin terjadi.

Kesalahan ini menjadi sangat fatal jika ternyata pihak leasing pegadaian memiliki aturan yang jelas mengenai penyerahan jaminan. Mereka tidak dapat disalahkan, terlebih jika penyerahan jaminan barang tidak menggunakan tanda terima resmi.

Gadai Online Jakarta

Lalu bagaimana jika Anda hanya membutuhkan uang yang sedikit tidak bernilai dalam jumlah banyak? Maka gadai barang elektronik dapat menjadi solusi praktis yang mampu memberikan Anda dana dalam jumlah cepat.

Adapun beberapa jenis barang elektronik yang bisa Anda gadaikan pada lembaga gadai elektronik ini umumnya menerima beberapa jenis barang elektronik seperti berikut ini:

Pertama, Gadai HP

Umumnya HP atau smartphone merupakan barang yang setiap orang miliki dan tidak jarang ketika membutuhkan dana dalam jumlah yang cepat banyak orang memilih menggadaikan smartphone yang dimilikinya.

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika akan menggadaikan HP yang Anda miliki salah satunya adalah seberapa berharga smartphone tersebut. Penilaian yang dilakukan bukan berdasarkan pada harga ketika Anda membeli barang tersebut.

Maka pastikan Anda sudah memperhitungkan berapa jumlah uang yang akan Anda dapatkan ketika akan menggadaikan HP. Setiap merek pun bisa berbeda hasil gadai yang didapatkan. Bahkan tidak sedikit yang menolak merk yang kurang populer seperti Advan, Axioo dan merek handphone yang asing di telinga masyarakat.

Semakin tinggi versi handphone yang Anda miliki juga akan meningkatkan besar uang yang akan Anda terima dalam proses gadai tersebut. Semakin baru jenis handphone yang Anda miliki tentu akan meningkatkan besar nilai gadai yang akan Anda bawa pulang.

Kedua, Gadai Laptop

Sama halnya dengan barang elektronik seperti handphone dimana nilai barang terkadang ditentukan dari merk serta tipe laptop yang digadaikan. Maka Anda jangan berharap lebih ketika menggadaikan laptop yang telah berusia 5 tahun.

Apalagi merk laptop yang Anda miliki terbilang jarang dimiliki oleh masyarakat Indonesia dimana tentu pihak pemberi uang gadai akan berpikir resiko gadai yang harus ditanggungnya. Jika Anda memiliki laptop baru dengan tipe terbaru serta spesifikasi yang tinggi, maka nilai gadai yang akan Anda dapatkan akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan laptop berusia 5 tahun.

Ketiga, Gadai Kamera

Adapun gadai kamera relatif memiliki kerumitan tersendiri dimana perkembangan kamera tidak secepat perkembangan dunia handphone ataupun laptop. Anda bisa menggadaikan kamera (terutama kamera DSLR) pada lembaga gadai yang Anda percaya.

Jangan berharap lebih ketika Anda hendak berniat menggadaikan kamera digital yang merupakan keluaran tahun tahun lebih dahulu.

Selain itu Anda juga perlu mendapatkan informasi lengkap mengenai lembaga gadai barang elektronik yang akan Anda tuju. Pastikan lembaga gadai tersebut memiliki kredibilitas yang baik dan mumpuni selain itu pastikan pula Anda mengetahui prosedur dan perkiraan perhitungan nilai gadai serta perhitungan bunga pada proses gadai barang elektronik Anda.

Leave a Reply