Saudaraku, Tahan Tahan Tahan!

Beberapa hari terakhir, entah di timeline, di beranda instagram rame seputar pembubaran kajian Ust Khalid Basalamah yang konon dibubarkan secara paksa oleh Banser NU. Hmm, alangkah lucunya negeriku Indonesia.

Konon, kronologis kejadian dimotori karena keresahan sebagian masyarakat terhadap kajian agama yang dibawakan oleh Ust Khalid. Entah pada aspek mana, entah pada topik apa hingga membuat resah masyarakat.

Saudaraku, tahan tahan tahan!

Teruntuk yang pro Banser, tahan tahan tahan! Apakah etis sikap yang dilakukan (katakanlah oknum) Banser yang membubarkan paksa? Bukankah mereka saudara seagama?

Banser, kalian gagah berani menjaga umat agama lain, bahkan umat yang dikategorikan sesat pun kalian jaga. Tetapi, untuk saudara seagama sendiri, kalian sungguh tega. Sungguh tega. Yang kamu lakukan itu, j-a-h-a-t!

Saudaraku, tahan tahan tahan!

Hentikan omong kosong bullshit seputar pembelaan di status digital kalian, entah itu terhadap pro Banser ataupun pro Ust Khalid. Sudahi saja pembelaan di ruang ruang beranda kalian, di ruang ruang kolom caption instagram, di ruang ruang dimana bebas berkicau, tetapi l-e-m-a-h jikalau harus face to face.

Tahanlah!

Hei kamu! Bukankah Ust Khalid tidak perlu pembelaan kalian (yang boleh jadi omong kosong)! Hei, bukankah kamu yang perlu dibela, perlu dibela dari segala omong kosong.

Teruntuk kamu yang beropini di ruang digitalmu, teruntuk kamu yang membela salah satu pihak, teruntuk kamu yang cenderung membanggakan golonganmu, teruntuk kamu yang merasa tinggi!

Jika opini kamu hanyalah sebatas opini semata, hanya mendengar dari katanya oh katanya, hanya mendengar dari Baginda Youtube, hanya mendengar dari selentingan tetangga.

Maka, malulah! Datang ke kajian mereka saja belum pernah, jangankan datang, ikut berkontribusi secara nyatapun tidak. Ketika caption donasi dibuka, cuman ikut donasi like dan love doang. Malu!

Saudaraku, tahan! Tahan! Tahan!

Jika engkau bukanlah tokoh masyarakat, jika engkau bukanlah ulama, jika engkau merasa dirimu masih jahil dan bodoh, tahanlah. Tahan dari beropini, tahan dari membela salah satu pihak, tahan dari mencemooh yang tak sepaham denganmu.

Tahan!!! Tahan!!! Tahan!!!

Karena belum tentu opini kita benar, karena belum tentu caption kita sangar akan dalil, karena belum tentu status kita benar sebenar mutlak.

Bukankah menjaga hati sesama saudara muslim (walau berbeda harokah) adalah kebaikan? Bukankah kebaikan hanya akan membuahkan pahala? Bukankah pahala itulah yang akan menghantarkan ke syurga?

Lebih baik taham, tahan, tahan. Walaupun sekedar berkata, maaf kita beda harokah, lantas menjadikan hubungan sesama saudara menjadi renggang. Saudaraku, tahan tahan tahan!